semut abuabu

Month

May 2011

8 posts

“

Ganteng, semoga jodohmu enteng. Tampan, semoga jodohmu rupawan. Kamu, semoga jodohmu aku.


~ sumpah keterlaluan banget ngarepnya ;p

”
—@andayanih
May 31, 20111 note
#iseng
“

~ Aku mencintaimu, tanpa karena, tanpa supaya.

~ Hal tersulit dari kerja hati adalah ketika menyelaraskan perasaan yang sebenarnya, dengan yang seharusnya.

~ Meski berhadapan dalam satu meja, aku tak dapat menangkap matamu leluasa. Ada bayangan idamanmu disana, jelas dan kentara.

~ Yang aku rindu bukan pelukanmu, tapi hangat matamu yang menenangkan.

~ Tak ada nyaliku untuk mendekat. Kamu, lingkar ketakutan yang selalu kurawat.

~ Yang baik itu hati yang ditatar, bukan hati yang ditukar.

~ Saat #kamu berhasil, banyak senyum sekitar yang kau dapat. Dan hanya tangis bahagiaku yang tak sempat kau lihat.

”
—@andayanih
May 31, 2011
#petikan
“

Kepada hati yang pernah kutempati, pun jika kini posisi itu belum terisi, artinya hatimu perlu diistirahatkan lebih lama lagi.

Sampai kapanpun, kita tetap diikatkan oleh kenangan. Sekeras apapun dilupakan, jalannya tetap saja perlahan.

Tak ada yang lebih membahagiakan selain melihat orang yang kau cinta menuju bahagia yang diinginkannya.

Aku akan ikut tersenyum liat senyum kamu, meski senyum kamu itu karena diri(nya).

~ dari aku, untuk kamu

”
—@andayanih
May 29, 20111 note
“

Lama tak jumpa, dengan perasaan & kepala dingin, kita mengurai tawa. Nyatanya, kita bahagia dengan kemasing-masingan yang ada.

Setelah bertemu kamu, harusnya aku tidur nyenyak. Tapi malam ini justru pikiran2 tak penting banyak bersarang di benak.

Mau gak mau, suka gak suka, label mantan pacar itu nempel seumur idup. ~ obrolan malam samping kali

Orang yang disakitin itu lebih hapal kronologisnya daripada yang nyakitin. ~ obrolan samping kali

”
—~ @andayanih
May 29, 20112 notes
#petikan
Obrolan Malam Samping Kali

Jika kuhitung sejak perpisahan itu, ini adalah kali pertama buatku bertemu dengan masa lalu. Terlibat perbincangan yang cukup hangat, yang memang kami rencanakan sebelumnya. Bukan untuk melarutkan atau bahkan menarik diri kembali ke masa-masa bersama, tapi untuk saling menerima dan menghargai penuh perjalanan yang kami lewati hingga akhirnya bisa kembali duduk semeja. Ya, malam itu kami bertukar tawa. Sedikit mengambil petikan masa lalu yang dulunya berupa tragedi, lalu masing-masing menertawakannya layaknya sebuah komedi. Dan inilah hidup, beserta waktu yang tak pernah lelah berusaha mendewasakan kami.

Secara usia, harusnya memang ini jadi pembicaraan dewasa. Dimana kami bicara banyak dalam suasana yang kami buat sehangat mungkin, tetapi dalam keadaan perasaan dan kepala yang sama-sama dingin. Merasa saling menguatkan, tapi bukan dengan hamburan pujian, justru sesekali beberapa sindiran menggaduhkan perbincangan malam itu. Tapi toh memang selayaknya kita menyadari segala hikmah dari tiap kejadian bukan. 

Saat kamu merasakan sakitnya ditinggalkan, saat itu juga kamu mengingat masa-masa kamu meninggalkan. Menyakitkan bukan main rasanya. Terlebih saat banyak harapan dan impian telah lama didengungkan, perpisahan nampaknya satu-satunya hal yang mampu membuang kita dari kehidupan. Tapi roda berputar dan waktu pun mengajar apa yang kau tanam itulah yang kau tuai. Tanpa bermaksud menyudutkan, dan memang sama sekali tidak ada tujuan demikian, hati ini bermaksud menyampaikan bahwa; terkadang dalam perpisahan kita terlalu sering menyayangkan kenangan.

Ada baiknya kamu perlu memberi waktu spesial pada hatimu untuk beristirahat lebih lama, untuk menyiapkan diri mendapat yang terbaik dari-Nya.

Kamu pasti dapat yang terbaik. | Kamu juga.

*meng-a-min-i bersama*

~ Thanks for tonight, nggak akan pernah bosen untuk kasi kamu semangat, sisihkan dulu hal nggak penting yang sudah lewat, fokuskan diri untuk tujuan waktu dekat, selamat istirahat, sleep tight. :)

Delivered on 22.03.

May 29, 2011
#Another Happiness
“Duniaku dari rahimmu. Nafasku terjaga karena nafasmu. Senyumku mustahil tanpa sentuhmu. Tapi baktiku tak mampu membalas, Ibu.” —@andayanih
May 29, 2011
May 17, 2011
“

Cinta, jangan memelukku terlampau erat. Di dada ini ada luka yang masih setia aku rawat.

Cinta, aku tak mengapa jika kau jauhi aku beberapa waktu ini. Sungguh, aku ingin belajar menyayangi diriku terlebih dulu, sebelum meyakini diri ‘tuk berkorban demi yang lain.

Cinta, jika memang kau perlu untuk mewarnai hariku beberapa waktu kedepan. Tolong pastikan bawakan aku warna kebahagiaan yang hakiki, bukan sekedar bahagia yang berusaha kuamini sendiri.

”
—handayani
May 17, 2011150 notes
#iseng
Next page →
2012 2013
  • January
  • February 2
  • March 1
  • April
  • May
  • June
  • July
  • August
  • September
  • October
  • November
  • December
2011 2012 2013
  • January 2
  • February 1
  • March
  • April 3
  • May 6
  • June
  • July 7
  • August 10
  • September 10
  • October
  • November
  • December
2010 2011 2012
  • January 4
  • February 9
  • March 4
  • April
  • May 8
  • June 7
  • July 2
  • August 6
  • September
  • October 2
  • November 2
  • December 1
2010 2011
  • January
  • February
  • March
  • April
  • May
  • June
  • July
  • August
  • September
  • October
  • November 11
  • December 9